/he BERHIJAB??? SIAPA TAKUT!?

BERHIJAB??? SIAPA TAKUT!?


          Beberapa hari yang lalu, seorang teman saya mengirimkan sebuah link tentang hijab untuk saya baca.
Setelah saya baca, ternyata link tersebut bisa dikatakan curahan hati seseorang mengenai makna hijab saat ini (menurut saya pribadi lho). Yang menurut teman saya, artikel tersebut justru membuat cara pandang teman–temannya terhadap hijab menjadi negative.
        Lebih baik hijabi hati dulu, daripada berhijab tapi kelakuan memalukan, lebih baik hijabi hati daripada sesama hijabers ribut mendikotomikan ini hijab syar’i (karena panjang dan lebar), ini hijab standar (yang penting jilbab nutupin kepala dan dada, ketika naik motor atau ada angin, tuh dada keliatan licin), yang itu hijab abal – abal karena putar sana putar sini, nyekik leher, baju dan celana (atau pakai rok) tapi ketat.


        Well… Ketika seseorang memutuskan untuk berhijab, pasti melalui proses yang panjang. Dengan pengalaman – pengalaman ruhani yang akhirnya diputuskan untuk berhijab rapi dengan niat karena Allah dan sekaligus untuk merapikan hati serta diri. Bukan karena hijab adalah bagian dari trend mode saat ini, sehingga saat ini kita melihat dengan jelas mereka-mereka yang berhijab… tapi alay, bercelana dan baju ketat, celana ketat plus sobekan – sobekan  disana sini (yang ini betulan lho, saya lihat sendiri), hijab tipis bingit, sampai leher dan rambut masih terlihat jelas, akan tetapi ada juga yang berhijab lebar, make up teutep menor plus sekalian memamerkan merk hijab dan gamis yang dipakainya dari butik tertentu yang harganya membuat kita mengelus dada.
        ‘Ala kulli hal… sebagai muslimah yang baik dan shalihah, tentulah pikiran – pikiran negative seperti di atas mesti kita minimalisirkan. Bisa jadi si jilbab alay memakai jilbab karena terpaksa dengan lingkungannya (hanya memakai jilbab ketika sekolah dan pergi keluar dari rumah). Bisa jadi karena mereka mellihat jilbab adalah trend mode wanita saat ini. Bisa juga sekedar untuk menutupi kekurangan –kekurangan yang ada pada wajah atau kepalanya atau bahkan tubuhnya.
          Hal yang sama bisa juga berlaku bagi si pengguna jilbab syar’i. Jilbab dan gamis lebar adalah bagian dari life style di komunitasnya, sehingga semakin mahal atau semakin branded apa yang dikenakannya semakin eksis lah ia di komunitas tersebut.
          Saya selalu ingat perkataan teman SMA saya, ketika mengomentari sifat salah seorang artis yang menurut kami cukup baik keislamannya kala itu. Jawaban teman saya cukup simple sehingga saya tak lagi bertanya-tanya, “yah, mungkin saja ilmu keislamannya baru sampai situ, win”, jawab teman saya.
Jawaban teman saya itu, mungkin dapat menjadi jawaban bagi teman saya yang miris melihat kawan-kawannya yang persepsi mereka tidak bersahabat dengan muslimah berhijab. Oleh karena itu wajib bagi kita yang mengaku muslimah yang belum berhijab untuk tidak terhenti melangkah mencari ilmu tentang agama kita yang sempurna ini. Sebab  ilmu Islam ini sangatlah luas. Ibarat minum air, bukan hilang dahaga kita, malah semakin terasa haus. Tidak boleh hanya puas dengan hanya tahu bahwa Islam itu: bersyahadat, sholat lima waktu ( itu juga masih bolong-bolong…hayoo ngaku..), puasa, zakat dan haji.  



         
          Sementara yang sudah berhijab, tak peduli apakah hijab abal-abal atau alay, sejujurnya menurut saya, mereka sudah punya satu poin, yaitu sudah berhijab. Tinggal proses menuju yang lebih baik saja, meski bukan pula suatu hal yang mudah. Perbaiki niat berhijab kita, dan cari serta jadikanlah kawan orang-orang yang kita anggap baik akhlak dan agamanya.
        Kemudian untuk yang sudah berhijab syar`i, tetap selalu memperbaharui niat berhijab karena Allah, harus selalu haus akan ilmu Islam. Setelah itu jangan biarkan ilmu yang kita punya stuck hanya untuk diri sendiri, harus selalu berbagi ilmu yang kita miliki. Sehingga kelak akan semakin banyak muslimah yang tersadarkan, bahwa berhijab itu enggak harus nunggu hatinya baik dan bersih dulu. Berhijab itu WAJIB, ga penting apakah hati atau akhlak kita sudah baik atau belum. In syaa Allah jika sudah berhijab (bagaimanapun bentuk hijabnya), Allah pasti membantu kita untuk terus menjadi yang lebih baik setiap harinya.
          So… ayo kita niatkan berhijab karena Allah. Karena dengan hijab harga diri seorang perempuan sangat dihargai, dengan hijab orang akan segan dengan kita, dengan hijab kita merasa selalu dilindungi Allah, dengan hijab orang akan memandang kita dengan sopan, dengan hijab banyak yang akan mendoakan kita. Ga percaya? Hingga sekarang banyak orang yang bertemu di jalan selalu memanggil saya “bu haji”, bukankah itu suatu doa, mudah mudahan Allah mengabulkan saya pergi haji, hehehe..dengan hijab hati lebih tentram dan kita akan terus selalu berusaha untuk memperbaiki hati dan akhlak kita, dan last but not least, dengan hijab kita selalu merasa cantik meski tanpa polesan apapun, oh ya.. juga terlihat awet muda.




           Oh ya... jangan takut jika kita sudah berhijab, kita tidak akan berprestasi atau sulit beraktifitas. Karena berprestasi atau tidak, tenntu saja tidak ada hubungannya dengan hijab. Apalagi sulit utuk beraktifitas... karena itu semua bermuara dari dalam diri kita sendiri. Apalagi jika ada yang mengatakan jika berhijab akan sulit jodoh... haaahhh... kata siapa!?
             Allah sudah mengatakan dalam Al Qur'an, Qs. An Nuur ; 26
" Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula). Sedangkan perempuan--perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)"
       Tuh kan, Allah sendiri yang bilang perempuan baik untuk laki-laki baik, Allah selalu menyembunyikan aib-aib kita, dan Allah menjanikan kita surga, T O P B G T kan?



Masih ga percaya? Coba dan buktikan sendiri!!


By Mia As Syifa

0 Response to "BERHIJAB??? SIAPA TAKUT!?"

Post a Comment

close